Karhutla Ulah Perusahaan dan Oknum

img

(Bupati Edi Damansyah bersama Kapolres Kukar AKBP Andrias SN dengan Dandim Letkol Charles Alling, saat meninjau kesiapan penanganan karhutla di Mapolres kukar, Rabu(4/3/2020) pagi.)

TENGGARONG- Pemkab Kukar mensinyalir, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disebabkan ulah perusahaan dan oknum dari masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

"Kita sudah menginventaris, penyebab karhutla yang terjadi di kukar oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab, perusahaan yang memiliki ribuan Hak Guna Usaha(HGU) perkebunan kelapa sawit, namun tidak ditanam dan dibiarkan begitu saja," jelas Bupati Edi Damansyah, Rabu(4/3/2029) di aula Polres Kukar.

Untuk kasus pembakaran lahan, ada juga menurut Edi, disebabkan ulah oknum masyarakat, yang membuka lahan persiapan ingin berkebun, namun dibakar terlebih dahulu, karena memiliki pemahaman yang salah selama ini.

"Ada yang masih beranggapan, lahan yang dibakar, nanti bakal subur jika ditanam tanaman baru, padahan pengaruhnya sangat kecil, masih ada cara yang perlu diketahui masyarakat,"ucap Edi.

Edi menyampaikan, kedepannya akan diadakan rakor khusus terkait karhutla, yang rakornya akan lebih besar lagi, karena melibatkan juga lintas OPD dan Pemerintahan Desa.

"Kita juga bertanggungjawab memberikan edukasi ke masyarakat, agar meminimalir upaya pembukaan lahan dengan cara pembakaran lahan," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Kukar AKBP Andrias Susanto Nugroho mengatakan, tindakan terakhir kepada pihak yang melakukan karhutla adalah penegakan hukum yang tegas, sebagai bagian memberikan efek jera, kepada pelaku pembakar lahan.

"Polres Kukar sudah menahan beberapa orang yang terbukti lakukan karhutlah, namun ada juga yang belum ditindak, karena ada kesulitan dalam mencari info pelaku pembakaran.

"Silahkan infokan ke polres, terkait oknum yang bakar hutan lahan, maka akan kami tindak tegas," tegas Andrias.

Mantan Kapolres Bulungan tersebut memastikan, akan lakukan koordinasi secara intens dengan lintas kelembagaan, antara Polres, Pemkab, dan Kodim, untuk bersama-sama upaya pencegahan karhutla di kukar.

"Kita ingin karhutla tidak semakin melebar, karena dampak merugikan dari praktek pembakaran sangat merugikan mahluk hidup di bumi ini,"jelasnya.

Ditambahkan, Dandim Tenggarong Letkol Inf Charler Alling mengatakan, guna mengantisipasi maka harus segera buka posko tindakan cepat didaerah rawat karhutla, misalnya wilayah hulu rawan karhutla, maka posko gabungan dengan ketersedian alat yang mencukupi harus di bangun secepatnya.(and)